OVERVIEW CDMA2000-1X EV-DO

CDMA2000 1xEV-DO (Evolution-Data Optimized), biasa disingkat dengan EV-DO atau EV adalah standar telekomunikasi yang dibuat oleh 3GPP2 untuk transmisi data melalui sinyal radio untuk akses internet broadband. Teknologi ini menggunakan teknik multiplexing kombinasi antara CDMA dan TDMA untuk lebih meningkatkan throughput baik untuk pengguna maupun sistem secara keseluruhan.

Teknologi EV-DO datang dengan tawaran untuk dapat lebih memberikan kecepatan akses data yang lebih besar dan lebih baik lagi kepada para kastamer CDMA1X, yang umumnya secara praktis “hanya” mendapatkan 60 sampai 100 kbps saja. Secara teori, kecepatan peak throughput untuk download sebesar 3.1 Mbps dengan upload 1.8 Mbps, menjanjikan variasi aplikasi yang lebih luas lagi daripada aplikasi-aplikasi yang ada pada teknologi CDMA1X. Aplikasi seperti MMS, Video On Demand, MOD, Game, kini dapat lebih baik lagi baik dalam kecepatan maupun kenyamanan yang dirasakan penggunanya. Bahkan EVDO menawarkan potensi kinerja aplikasi yang diklaim mengalahkan HSPA seperti VoIP, PTT, PTM, Video Conferencing, Multicasting, Rich 3D game with multi-player (walaupun sayangnya aplikasi-aplikasi ini sayangnya dikalahkan secara komersil oleh aplikasi “biasa” seperti browsing, chatting, email).

Teknologi 4G yang disiapkan sebagai kelanjutan dari CDMA2000 adalah UMB (Ultra Mobile Broadband), namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya pada November 2008 Qualcomm lebih memilih LTE sebagai “the next milestone”. Namun ini tidak berarti bahwa CDMA2000 kehilangan arah pengembangan, karena konvergensi antara “penganut” GSM dan “penganut” CDMA akan bertemu di teknologi LTE. Saling adop teknologi bukan sesuatu hal yang baru dalam kasus ini, karena kelompok 3GPP pada tahun 2000 sudah mengadopsi teknologi CDMA terlebih dulu dalam teknologi air interface mereka dalam pengembangan jaringan UMTS 3G. Bahkan CDMA Development Group pada November 2009 menyatakan bahwa ada 308 operator di 116 negara yang menggunakan CDMA2000 1X dan layanan 1xEV-DO. Bahkan jaringan telpon satelit Globalstar dikabarkan juga mengadop teknologi EV-DO ini.

image

Gambar. Migrasi CDMA2000-1x dan EV-DO (sumber : cdg.org)

Pada Agustus 2009 lalu, 3GPP2 mengumumkan visi untuk periode 5 tahun ke depan, yang salah satunya adalah tetap “menjamin” pengembangan teknologi komunikasi keluarga CDMA2000, yaitu dengan mengembangkan secara maksimal teknologi eksisting CDMA2000-1x dan HRPD (High Rate Packet Data), yaitu dengan meningkatkan kapasitas voice per MHz dari spektrum eksisting melalui CDMA2000-1x Enhanced dan mengembangkan HRPD-Enhanced, sebagai sistem data paket yang paling efisien. Visi ini diklaim sejalan dengan visi operator-operator yang tergabung dalam CDMA Development Group (cdg.org) dan Next Generation Mobile Networks Alliance (ngmn.org). eHRPD ini menjadi batu loncatan yang lebih efisien untuk skenario migrasi CDAM2000 1x EV-DO menuju LTE, dibandingkan beberapa skenario lain seperti penggunaan konsep overlay maupun pengubahan EV-DO menjadi UMTS terlebih dulu.

image

CDMA upgrade to LTE (source : 4g-wirelessevolution.tmcnet.com)

Source : atis.org

TANTANGAN PENGEMBANGAN EV-DO

Faktor apa sajakah yang perlu dipertimbangkan ketika suatu operator ingin menggunakan EV-DO dalam jaringan eksistingnya ? Strategi dalam handling akses radio, strategi handling sumber-sumber jaringan, tipe-tipe service yang dapat ditawarkan kepada kastamer, waktu implementasi yang tepat, perhitungan dalam biaya dan bisnis, adalah parameter-parameter yang perlu dipertimbangkan dengan baik jika Telkom ingin sukses dalam bisnis baru ini. EV-DO menawarkan layanan broadband, yang jelas memiliki keunggulan secara komparatif dengan teknologi layanan paket CDMA-1x dalam menyediakan akses internet bagi pengguna.

Ada banyak analisa yang harus dilakukan sebelum Operator benar-benar ingin terjun langsung ke dalam bisnis EV-DO ini. Analisa pada sisi teknologi harus dipadukan sisi bisnis dan semua sumberdaya yang terkait dalam organisasi patut mendapat proporsi yang seimbang, sehingga pengembangannya tidak hanya karena ikut-ikutan trend pasar ataupun karena sikap reaksi yang berlebihan pada apa yang sudah dilakukan pesaing sesama operator CDMA maupun operator HSPA, yang sebenarnya secara tipikal kini menjadi pesaing utama jika kelak teknologi EV-DO ini jadi diimplementasikan.

image

Gambar. Tujuan Pengembangan EVDO dan elemen-elemen konsiderannya

Contoh konsep pengembangan EV-DO dapat ditunjukkan dalam gambar di atas, yaitu visi pengembangan EV-DO dan beberapa konsideran pengembangannya. Dalam kasus ini, EV-DO dikembangkan untuk memelihara dan mengembangkan jaringan dan produk dalam siklus hiudpnya masing-masing. Jadi EV-DO diposisikan sebagai suatu driver kesinambungan jaringan dan produk eksisting. Pandangan ini cocok untuk kasus dimana produk dan jaringan eksisting sudah berada pada titik jenuh dalam pemasarannya. Dan itu juga bisa bermakna bahwa EV-DO harus dapat memberikan layanan yang komplemen dengan layanan sebelumnya (voice, sms, low speed data service). Bahkan antara layanan CDMA-1x dan EV-DO akan saling memperkuat.

Sebelum menentukan site atau BTS mana saja yang akan diupgrade memiliki kemampuan EV-DO, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan :

1. Perlu ada perimbangan yang cerdas antara kapasitas, coverage, cost dan kualitas. Selalu saja ada trade-off diantara elemen-elemen ini. Kebijakan manajemen perlu mendapat informasi yang cukup dan berkualitas untuk dapat membantu menjaga kesetimbangan ini. Perencana teknis memerlukan banyak masukan untuk dapat memperkirakan model trafik semirip mungkin dengan visi rekan lain di Marketing. Begitupula dengan area coverage yang menjadi target sasaran dari Marketing, akan menjadi informasi yang memudahkan para perencana teknis dalam pemilihan BTS mana saja yang akan diberi kemampuan layanan EV-DO, setidaknya menjadi bahan dalam manajemen prioritas pengembangan, terutama jika pengembangannya dibagi dalam beberapa tahap. Mengenai kualitas, secara umum dapat dikatakan bahwa layanan EV-DO memerlukan kualitas jaringan yang lebih baik dengan spesifikasi yang lebih ketat dibandingkan dengan layanan CDMA-1x sebelumnya.

2.

image

Gambar. Dua Model Strategi Distribusi Pengguna EV-DO

image

 

 

 

image

 

Tabel. Asumsi Perhitungan Jumlah Pengguna dalam 1 BTS

image

 

image

image

 

PERAN MARKETING DALAM IMPLEMENTASI EV-DO

Untuk menentukan area mana saja yang akan menjadi target pemasaran kelak saat EVDO ini diimplementasikan, ada tugas besar dari pihak Marketing, bukan hanya yang bersifat taktis semata, namun juga strategis. Tugas strategis misalnya market mapping dengan segmentasi pasar, dan positioning Telkom Flexi di pasar dengan diferensiasi produk. Sedangkan yang bersifat taktis misalnya hal-hal yang terkait spesifikasi produk, variasi harga yang ditawarkan, bagaimana mekanisme penjualannya. Jika tidak memiliki bagian Pengembangan Produk secara eksplisit, maka perlu memasukkan tugas pengembangan produk ini ke bidang yang menangani Marketing.

Apakah perlu ada survey kusus untuk lebih mendukung hal ini ? Idealnya memang iya, untuk mengetahui potensi pasar untuk EVDO Telkom Flexi. Informasi mengenai bagaimana kompetitor dan besarnya pangsa pasar yang berhasil mereka raih untuk teknologi ini harusnya bahan pembelajaran yang baik untuk Telkom. Memang, dinamika pasar dan persaingan yang semakin ketat susah terbukti sering menjadikan segala strategi, taktik dan parameter-parameter marketing menjadi tidak relevan lagi. Namun usaha untuk selalu mengikuti gelombang perubahan demi perubahan yang terjadi begitu cepat di pasar adalah tugas yang selalu melekat di bidang pemasaran.