Keberhasilan utama dalam hidup ini adalah menjadi pribadi yang baik, dengan jiwa yang damai
(Mario Teguh)
Senangnya membaca dan menyimak secara teliti, sesuai alur pemikiran sang penulis, tulisan mengenai motivasi. Seperti halnya saya juga yang kalau kebetulan sedang mengunjungi taman bacaan favorit saya, yaitu toko buku (hehe..), kala menemani belanja atau jalan-jalan istri di sebuah Mal.
Pagi ini saya menyimak http://www.mtsuperclub.com/ milik sang maestro motivator yang termasuk nomor wahid, karena lagi laku-lakunya di Indonesia, Mario Teguh.
Tulisan saya pagi ini tidak sedang menyorot secara lamgsung tentang isi dari website ini, tetapi hanya membangunkan pikiran saya bahwa ternyata memang bisnis “kemuliaan” ini ternyata laku di negeri yang muungkin sebagian besar orang-orang yang berpijak (dan numpang hidup) di atasnya sedang mengalami stress, minimal tekanan hidup yang makin lama makin mengganggu capaian kebahagiaan, baik masa kini terlebih lagi masa depan yang mungkin tampak semakin gelap saja. Yang begini barangkali saya termasuk di antaranya, hehe.
Mario Teguh ternyata tak lupa memasukkan unsur keagaamaan yang ikut juga mewarnai lukisan-lukisan pemaknaan motivasi nya. Wajar saja mengingat sebagian orang mengatakan bahwa sang maestro satu ini cukup alim juga, sehingga mungkin dia ikut merasa bertanggung jawab dalam pemaknaan kembali nilai keagamaan yang dianutnya. Mungkin tidak perlu dengan ayat-ayat Quran secara langsung, yang biasa disampaikan oleh para motivator tradisional semacam ustadz atau ustadzah. Pendeketan ini ada sisi baiknya juga, karena akan dapat memberi warna lain dalam pemaknaan dan penggalian nilai-nilai agama ke dalam kehidupan sehari-hari.
Menebak-nebak bagaimana motivasi sang motivator ini mampu memberikannya jalan lebar dan tampak semakin lebar serta bercahaya, adalah suatu kegiatan yang kadang memberi suatu tanda tanya yang tidak berkesudahan dalam pikiran saya. Bagaimana dia bisa begitu lancarnya mengutak-atik kata, yang akhirnya memunculkan istilah-istilah yang tidak umum seperti “jujurkanlah”, “pantaskanlah”, “rajinkanlah”, dan kalimat favorit saya yaitu “lalu perhatikan apa yang terjadi”.
Sebenarnya seni mengakali kata dan kalimat ini sudah pernah saya simak dari beberapa penulis sohor seperti Cak Emha (hm..apa kabarnya dia sekarang).
Namun apapun motivasi dan cara penyampaian, itu sebenarnya tidak terlalu penting dibandingkan dengan manfaat yang mungkin dirasakan sang penyimak tulisan atau orasi sang maestro. Banyak juga website yang sedikit banyak menukil beberapa kalimat yang mugkin dianggap paling “pas” dengan isi hati dan kehidupan si penulis. Kadang dari sini saya mendapatkan ekpresi, atau setidaknya rangkuman, atau setidaknya suatu clue yang mengambil dari petikan-petikan pemikiran Pak Mario. Misalnya di http://www.tarjoni.com/kumpulan-tips-motivasi-mario-teguh/ yang beberapa petikan Super nya memberi inspirasi di pagi ini. Beberapa kalimat yang ada di website ini seperti :
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Hm, alangkah indahnya (mungkin) hidup jika dapat diimplementasikan dalam hati dan menyelimuti otak dalam kehidupan sehari-hari. Ini ibarat jamu kehidupan yang menyehatkan. Tentu saja, upaya dan hasilnya sangat kompleks, keindahan dan pahala pencapaiannya tentu saja tergantung pada ikhtiar kita dan akhirnya keputusan sang Hakim Terhebat di Jagad ini yaitu Allah sang Penguasa Alam.
Sengaja saya cukilkan beberapa kalimat sang maestro, karena dari sanalah mungkin bisa ditebak darimana pak Mario bisa menciptakan ide. Blitz of mind nya mungkin sangat banyak dan bervariasi. Tapi itu mungkin bisa diakali dengan banyak membaca buku, kondisi terkini, feedback dari lingkungan, dan lain-lain. Tapi generator kata-kata itu tuh yang sering membuat saya berdecak kagum, seperti halnya dulu saya sering terkagum-kagum oleh buku-buku karangan Cak Emha Ainun.
Seni meracik inilah yang mungkin bisa dipelajari dan mungkin bisa diasah jika ingin membangun generator kata ini. Anda pun bisa membuat kalimat-kalimat serupa dengan merangkaikan berbagai kata yang sudah anda ketahui sebelumnya, ditambah dengan mengupayakan rasa sastra mengitari hati dan otak anda, lalu cobalah merangkaikan kata dengan kalimat sastra. Kemudian editlah dengan kreativitas dan kebebasan yang anda memang harus anda tanamkan sebelumnya di kepala. Tentu saja tujuan harus didefinisikan sebelumnya, walaupun dalam kondisi belajar bisa saja anda kesampingkan.
Mungkin tips ini tidak bisa diterapkan secara prosedural formal, alias step by step, tapi setidaknya mungkin bisa memberi salah satu tips untuk anda (dan saya, yang juga masih belajar) tentang bagaimana menjadikan kaata menjadi senjata dalam hidup dan kehidupan anda, setidaknya menjadi inspirasi bagi orang lain yang mungkin membaca tulisan (blog) anda, misalnya. Nah, untuk saya (dan mungkin anda), selamat menyelami lautan kata dan makna !

Comments (0)