Wah, pagi yng mengejutkan bagiku ketika namaku diteriakkan oleh sosok muda yang kukenal baik sebelumnya. Wah, anak muridku dari seberang, si Mega, sudah sampai di Bandung. Kini kita sama, ujarku, menjadi pencari ilmu. Kami menjanjikan akan mengadakan “reuni” dengan anak-anakku yang lain. Agak agak terharu juga nih.

Thanks God pernah memberiku kesempatan berbagi dengan mereka, penerus dunia. Kebahagiaanku tidak tergantikan oleh apapun juga, apalagi jika nanti mereka telah sukses dengan cita-citanya masing-masing.

Aku ingin seperti bapak, bisa ambil S-2, katanya, he..he..he..lugunya kamu, anakku. Hebat apanya bapakmu ini?

Max Wertheimer dalam Hukum Kedekatan (law of proximity) menyatakan bahwa hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai suatu totalitas. Semoga totalitasmu nanti akan membawa ke pemahaman baru yang lebih baik daripada yang ada di benakku, anakku.

Annaku, Semoga pendidikan menjadikanmu manusia sejati. Aku percaya dengan omongan mr Jon Watson, seorang tokoh besar psikologi lainnya, sempat menyoroti tentang pendidikan, terutama daam perkembangan tingkahlaku. Dengan memberikan kondisioning tertentu dalam proses pendidikan, akan dapat membuat seorang anak punya sifat-sifat tertentu. “Berikan kepada saya sepuluh orang anak, maka saya akan jadikan ke sepuluh anak itu sesuai dengan kehendak saya”, katanya. Well, mr John, aku bertaruh pada pendapatmu untuk anak-anakku.

Well, seminggu sudah aku menjadi seorang pencari
Dalam riuhnya sesama para pencari
Di sana kutemukan hangat sebuah ketakjuban
Pada lautan imu Nya yang tanpa batas
Dan tak terdefinisi

Semoga ini menjadi
Sebuah awal yang menakjubkanku
Dari hari hari perjalanan
Yang mungkin melelahkan
Sebagai tanda baktiku pada Mu
Ya Tuhanku sang Penguasa Ilmu







Biarkan saja sekelompok burung itu terbang tinggi-tinggi
Memaknai detak-detak hidupnya
Dalam makna yang selalu coba diresapinya

Terbanglah setinggi kau mampu
Ambilkan awan untuk kauhadiahkan pada cita dan cintamu
Juga untuk siapa saja yang selalu hadir
Dalam buku besar memori indah di hatimu

Lalu kuberikan prosa-prosa rahasia dunia padamu
Yang diujungnya kuukir nama-nama indahmu
Kupatrikan seribu kejujuran dengan sejuta ketulusannya
Sebagai bekalmu dalam perjalanan
Di lautan hidupmu
Anak-anak cintaku
Terbanglah tinggi-tinggi
Hari ini di enambelas febru duaribudelapan
Dalam sebah riak sejarah hidupku
Terpatri lagi tawa-tawa kecil anakku
Rasanya sudah terlalu lama aku mengenal mereka
The next generation...

Kubangun sebuah kamar besar lagi
Jauh di relung gelembung-gelembung impian hatiku
Sebuah kubah besar yang di dalamnya mengalir sungai kasih sayang
Yang tiada henti
Untukmu, menjagamu untuk tidak berhenti kehausan
Dalam arungi hidup dalam dunia kecilmu
Sampai suatu saat nanti
Kamu pun akhirnya
Melupakanku
Saat itu...
Mungkin aku bisa tersenyum sudah
Semoga...