Wah, pagi yng mengejutkan bagiku ketika namaku diteriakkan oleh sosok muda yang kukenal baik sebelumnya. Wah, anak muridku dari seberang, si Mega, sudah sampai di Bandung. Kini kita sama, ujarku, menjadi pencari ilmu. Kami menjanjikan akan mengadakan “reuni” dengan anak-anakku yang lain. Agak agak terharu juga nih.
Thanks God pernah memberiku kesempatan berbagi dengan mereka, penerus dunia. Kebahagiaanku tidak tergantikan oleh apapun juga, apalagi jika nanti mereka telah sukses dengan cita-citanya masing-masing.
Aku ingin seperti bapak, bisa ambil S-2, katanya, he..he..he..lugunya kamu, anakku. Hebat apanya bapakmu ini?
Max Wertheimer dalam Hukum Kedekatan (law of proximity) menyatakan bahwa hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai suatu totalitas. Semoga totalitasmu nanti akan membawa ke pemahaman baru yang lebih baik daripada yang ada di benakku, anakku.
Annaku, Semoga pendidikan menjadikanmu manusia sejati. Aku percaya dengan omongan mr Jon Watson, seorang tokoh besar psikologi lainnya, sempat menyoroti tentang pendidikan, terutama daam perkembangan tingkahlaku. Dengan memberikan kondisioning tertentu dalam proses pendidikan, akan dapat membuat seorang anak punya sifat-sifat tertentu. “Berikan kepada saya sepuluh orang anak, maka saya akan jadikan ke sepuluh anak itu sesuai dengan kehendak saya”, katanya. Well, mr John, aku bertaruh pada pendapatmu untuk anak-anakku.

