Bermula dari tulisan pada lembar promosi Institut Teknologi Harapan Bangsa tentang prospek inustri animasi, saya sempatkan surfing ke beberapa perusahaan animasi India yang sebenarnya ada di balik kehebatan Walt Disney, Imax, Warner Brothers dan Sony. Disebut-sebut bahwa India adalah pendekar animasi unggulan di kawasan Asia Pasifik selain Filipina, Taiwan dan Korea. Sayangnya nama Indonesia tidak ada di situ, entah kapan bangsa yang dikenal memiliki banyak orang pinter ini bisa sejajar dengan minimal Filipina lah.
Kalau anda ikutan surfing ke perusahaan seperti Maya Entertainment, Pentamedia Graphics dan Toonz Animation, maka akan anda temukan kehebatan mereka dalam animasi ini. Di wesbite mereka juga ditampilkan (demo) beberapa hasil karya mereka. Luar biasa.
Maya Entertainment Ltd (MEL) adalah studio tertua, dibangun tahun 1996, bergerak di bidang animasi, efek visual, produksi content dan edukasi animasi 3D. Studionya terletak di Mumbai dan Delhi, dengan 200 pekerja seni di sana.
(http://www.mayaent.com/portfolio_animation.html)
(salah satu hasil karya MEL)
MEL sudah berpengalaman mendukung perusahaan-perusahaan yang mengeruk untung di bisnis entertainment seperti BBC, Rainbow, Mike Young, Electronic Arys, Sony, Activision, termasuk juga Google.
Uniknya MEL juga memiliki divisi yang bekerja di bidang pendidikan dan pelatihan untuk edukasi animasi 3D, namanya Maya Academy for Advanced Cinematics (MAAC). Akademi ini mungkin sekaligus dijadikan sumber para pekerja seninya, karena memang resource inilah yang paling penting diantara semua modal pada perusahaan animasi. Saat ini akademi ini sudah menjangkau 60 sekolah di 5 negara dengan lebih dari 10 ribu siswa. Dan bisa ditebak, MAAC memiliki linking erat (aliansi) dengan provider teknologi pendukung animasi seperti Autodesk, NVidia, Apple, HP. Untuk masalah sertifikasi keahlian, MAAC bekerjasama dengan Cambridge University , UK.
Pentamedia Graphics Ltd (PGL), dibangun pada Mei 1976, awalnya dikenal sebagai Pentafour Software And Exports (PSEL) yang bergerak di bidang perangkat elektronik seperti AC, UPS, pemanas air, stabilizer, dll. Pada tahun 2000 berubah nama menjadi Pentamedia Graphics Ltd dengan keahlian di bidang film, broadcasting, video, CD/DVD dan hiburan internet, dengan kemampuan di bidang multimedia. Memiliki kantor marketing di Hollywood, Cerritos, Singapore, Manila, Tokyo & London. Proyeknya antara lain The New Millennium TV (www.numtv.com) yang merupakan “Internet Live Broadcasting TV” pertama, yang sampai saat ini memiliki viewer sebanyak 200 ribu, tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Saat ini PSEL melakukan webcasting 17 kanal TV dari India. Dan masih ada beberapa proyek besar lain yang ditangani PGL.
Toonz, yang dibangun tahun 1999, adalah salah satu provider animasi langganan untuk produser di USA dan Eropa, misalnya Marvel, Hallmark, Paramount, Disney, and Cartoon Network. Bahkan majalah “The Animation Magazine” memberinya predikat sebagai satu dari sepuluh studio multimedia paling top di dunia.
http://www.toonzanimationindia.com/toonz.htm
Satu nama lagi untuk urusan belajar animasi adalah Academi of Animation Arts and Technology (The AAAT). Akademi ini didirikan pada tahun 2003 yang mengambil spesialisasi di bidang animasi klasik. Siswa yang belajar di sana akan diajarkan story boarding, layout, disain, animasi, produksi, dan animasi computer-generated. Salah satu rumah produksinya ada di Kolkota.
http://www.animationacademyindia.com/index.htm
Sebenarnya masih ada beberapa studio lagi selain beberapa studio ternama di atas, dan dalam beberapa tahun ke depan dipastikan akan semakin banyak lagi, mengingat prospek industri ini yang “tidak ada matinya”, karena dibutuhkan di banyak industri baik pendidikan, games, film, berbagai media penerbitan, website, dan lain-lain.
Bagaimana dengan Indonesia sendiri ?
Ada beberapa nama yang bisa anda telusuri di web, jumlahnya konon sudah lebih dari seratus studio, baik besar maupun kecil. Ada Perfext Studio yang bergerak di bidang desain arsitektur, desain WEB, maket model dan 3D visualisasi. Fate Esia Cipta, yang mengambil spesialisasi di animasi 3D dan simulasi, visual arsitektur, presentasi multimedia, dll. Ada Infinite Frameworks Studios, yang berposisi di Batam, dengan perangkat yang katanya sudah berkelas internasional, sekelas Dreamworks. Ada PT Citra Andra Media (CAM) yang memposisikan diri sebagai inkubator industri content, termasuk dalam hal pendidikan dan pelatihan buat para animator.
http://www.rekamatra.com/new/index.php
Beberapa hasil karya mereka bisa dilihat dari websitenya atau via Youtube. Rupanya video content provider ini dimanfaatkan juga sebagai sarana marketing para pendekar animasi Indonesia. Peluangnya cukup besar, karena memang industri animasi ini padat modal dan padat karya. Untuk menghasilkan film ala Pixar atau ILM misalnya, butuh pekerja seni sampai lebih dari seribu orang.
Dan diam-diam ada beberapa diantaranya yang menggarap order dari luar negeri. Menurut saya, sebenarnya testimony seperti ini perlu diblow-up bukan hanya untuk Indonesia saja, tapi juga ke dunia agar pasar bisa makin terbuka lebar buat dunia animasi kita.
Semoga saja dengan kehangatan “Janus Prajurit Terakhir” ataupun “Homeland” dan ratusan karya lainnya, animasi bangsa ini bisa mangejar India. Untuk itu harus ada “tangan besar” yang mau berinvestasi sekaligus melakukan manajemen yang baik sampai ke persoalan pasarnya di dunia. PP terkait yang terbaru yaitu PP 28 tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional (KIN) perlu disambut dengan semangat empat-lima, walaupun sikap skeptis, seperti biasa, banyak mewarnai niat baik pemerintah ini. Animasi menjadi bagian dari Industri kreatif informasi dan komunikasi, dan mendapat posisi prioritas.

Comments (0)